Filosofi Pintu Rumah Kuno Jawa dengan Rahim Perempuan (Vagina)

Monday, December 12, 2016 : 11:28:00 AM

Filosofi Pintu Rumah Kuno Jawa dengan Rahim Perempuan (Vagina) - Seperti banyak hal-hal yang terjadi di jawa, bahwa banyak sekali filosofi-filosofi yang terdapat dalam ajarannya. Baik itu dari segi pitutur ataupun bentuk dari bangunan-bangunan jawa, terdapat istilah filosofi yang terdapat didalamnya. Contohnya seperti filosofi hubungan pintu rumah kuno jawa dengan vagina. 

Vagina dan Pintu Rumah Kuno Jawa

Jika kita cermat mengamati, pintu rumah Jawa kuno sering kali didesain untuk melambangkan vagina (yoni). Pinggiran pintunya, yang diukir sedemikian rupa, dimaksudkan sebagai bibir besar dan bibir kecil dari sebuah vagina. Ukiran yang mbendul di tengah-atas adalah perlambang ITIL (kelentit). Ruang di dalam rumah adalah gua garba (rahim) sang ibu.

Ajaran Jawa itu penuh perlambang. Memasuki rumah bagi orang Jawa adalah memasuki asal-usul, gua garba ibu, tempat kita berasal, di dalamnya kita bertapa, mengheningkan cipta, dan bermeditasi.

Baca juga: Menengok Petilasan Bekas Kadipaten Jipang 

Kamu sendiri, sang manusia, baik lelaki maupun wanita, adalah lambang dari lingga, sang ego. Ketika engkau memasuki rumahmu, itu ibarat lingga memasuki vagina. Hal ini memiliki arti agar ketika kita keluar dari rumah, kita akan menjadi sesuci dan selugu bayi yang baru dilahirkan dari gua garba ibu melalui vagina.

Dalam rumah adalah rahim=sayang. Hal ini mengajarkan juga engkau tidak akan muncul di dunia ini tanpa ibu. Ibumu adalah rumahmu, rumahmu adalah ibumu. Inilah adalah termasuk ajaran dari Jawa Purba, merupakan filsafat abadi tentang lingga-yoni. 

Dikutip dari lost history of indonesia

Saat ini 0 comments :