Sistim Kepercayaan Asli Sabu

Thursday, November 24, 2016 : 7:26:00 PM

Sistim Kepercayaan Asli Sabu - Agama suku Sabu atau Agama Asli Sabu tidak diketahui namanya. Pada umumnya orang menyebut agama suku Sabu dengan nama “jingitiu”, yang berasal dari kata “Jingi Ti Au”, yang diartikan:  “jingi” artinya melanggar atau menolak atau jauh, “ti” artinya dari dan “Au” artinya Engkau (Tuhan). Jadi dapat diartikan secara harafiah bahwa Jingitiu adalah agama yang menolak/jauh dari Tuhan.

Sebenarnya nama ini adalah penyebutan yang diberikan oleh Penginjil Portugis yang datang ke Sabu pada Tahun 1625. Mereka menyebut dengan Gentios (kafir/tidak mengenal Tuhan). Yang menurut pelafalan orang Sabu adalah Jingitiu. Hal tersebut dapat dilihat juga dalam penyebutan mereka terhadap agama suku di Belu yang dilafalkan oleh orang Belu dengan sebutan Dintiu.

Berikut Beberapa Hal Mengenai Sistim Kepercayaan Agama Suku Sabu:
  • Orang Sabu Pecaya pada suatu Zat Ilahi yang disapa dengan sebutan “Deo Ama” (Allah Bapa, asal dari segala sesuatu), “Deo Woro Deo Pennji” (Tuhan Pencipta Semesta) atau “Deo Mone Ae” (Tuhan Maha Kuasa/Maha Agung).
  • Manusia harus selalu menjaga hubungan atau relasi yang baik dengan Tuhan. Jika hubungan itu baik maka disebut dengan “Meringgi” atau dingin, yang dipercaya mendatangkan damai sentosa, "Mengerru" (hijau/kesuburan) dan "Merede" (berkelimpahan). Tetapi sebaliknya, dan bila terjadi kesalahan atau pelanggaran terhadap aturan atau tatanan yang ada akan mendatangkan hal-hal yang “Pana” (Panas) atau hal-hal yang berupa petaka, bencana.
  • Untuk menjaga Relasi yang harmonis antara Manusia dan Tuhan maka dalam tatanan kehidupan diatur juga tentang ritual-ritual keagamaan, hubungan kekerabatan dan hukum adat.
Nama "Para Mone Ama" adalah sebutan disematkan untuk pimpinan agama suku Sabu, Para Mone Ama bertugas untuk memimpin ritual.

Demikian sedikit pengertian tentang agama dan kepercayaan yang ada dimasyarakat Sabu NTT. 

(Source: Blog Kampung Sabu)

Saat ini 0 comments :