Tips Mengisi Baterai Smartphone Dengan Benar

Thursday, October 20, 2016 : 12:19:00 AM

Tips Mengisi Baterai Smartphone Dengan Benar - Bagaimana sebenarnya cara mengisi baterai smartphone agai baterai bisa berumur panjang? Dari serangkaian kejadian ponsel meledak atau terbakar, disinyalir mayoritas penyebab utamanya adalah kesalahan pada proses pengisian ulang baterai perangkat. Selain penggunaan charger abal-abal, kebiasaan pengguna ketika mengisi ulang baterai pun berpotensi membahayakan.

Meski Anda sudah memakai charger orisinil, namun jika Anda menggunakannya tidak sesuai aturan maka bukan tidak mungkin gadget kesayangan akan mengalami kerusakan.

Smartphone bisa digunakan untuk membantu mengerjakan banyak hal, mulai dari mengecek surel, membaca berita, memotret, hingga aktivitas dengan berbagai media sosial dan pesan instan. Sayangnya, dengan banyak fungsi tersebut, umur baterai masih menjadi kendala.

Rata-rata smartphone saat ini memiliki waktu pakai 4-5 jam jika digunakan secara intens. Tentunya waktu tersebut tidak cukup untuk menemani aktivitas penggunanya seharian. Berikut beberapa tips mengisi baterai smartphone yang baik dan benar agar baterai bisa berumur panjang.

- Jangan Dibiarkan Habis Total. Banyak yang mengatakan agar baterai smartphone sebaiknya dibiarkan habis terlebih dahulu sebelum di-charge kembali. Hal itu memang benar, tetapi itu hanya untuk baterai dengan bahan nikel, yang saat ini sudah mulai ditinggalkan, sehingga saran di atas sudah tidak relevan. Smartphone-smartphone modern saat ini sudah menggunakan baterai berbahan litium-ion, yang cara perawatannya pun juga berbeda dari baterai bahan nikel. Baterai smartphone sebaiknya dijaga agar daya yang disimpan di dalamnya tetap di atas 50 persen atau minimal 20 persen. Meski begitu, sesekali daya baterai juga perlu "dikuras" hingga habis, misalnya sekali dalam sebulan untuk keperluan kalibrasi.

- Jangan "di-charge" Semalaman. Kebiasaan membiarkan baterai terhubung dengan charger semalaman sambil ditinggal tidur juga ternyata tidak baik. Walau beberapa charger bisa memutus arus listrik jika daya sudah terisi 100 persen, membiarkan baterai selalu berada dalam kondisi 100 persen terisi juga tidak baik. Mengisi baterai sebentar saja hingga terisi penuh secara berkali-kali malah lebih baik untuk kesehatan baterai dibanding dibiarkan dalam kondisi nol atau 100 persen secara terus-menerus. Baterai litium juga rawan jika dibiarkan sering kehabisan daya sebab baterai tersebut juga memiliki komponen yang bisa digunakan untuk merusak baterai sendiri untuk mencegah agar baterai tidak meledak. Walau tidak terjadi tiap hari, pengguna wajib waspada. 

- Hindari Tempat Yang Panas. Hindarkan smartphone dari tempat-tempat yang panas, misalnya di dashboard mobil di bawah kaca depan mobil, walau smartphone dalam keadaan mati sekali pun. Sebab panas yang terpapar bisa merusak baterai. Baterai litium idealnya disimpan dalam suhu 15 derajat Celsius. Suhu ekstrem yang bisa ditangani adalah antara minus 40 hingga 50 derajat Celsius.

- Langsung Ke Soket Listrik. Menghubungkan baterai dengan charger melalui soket listrik adalah cara yang paling direkomendasikan. Walau saat ini diperkenalkan metode pengisian ulang baterai secara nirkabel, metode tersebut juga menghasilkan panas yang tidak baik untuk baterai. Metode menghubungkan charger dengan soket listrik juga lebih cepat dan aman jika dibanding menghubungkan smartphone dengan USB komputer atau laptop menggunakan kabel data atau charger.

- Segera cabut charger ketika baterai gadget Anda sudah penuh.

Saat ini 0 comments :