Apakah Saya Kecanduan Terhadap Smartphone ?

Wednesday, October 19, 2016 : 3:59:00 AM

Jika kita merasakan kegelisahan, mudah marah, atau tidak nyaman ketika ponsel kita berada jauh dari jangkauan kita, hal tersebut merupakan bendera merah. Jika kita merasa bahwa smartphone kita dapat menggangu kesehatan kita kemungkinan jawabanya ialah, ya.

Kita sering sekali memeriksa ponsel kita, ketika sedang berada di kamar mandi, sedang menonton tv, atau sedang berkumpul bersama teman-teman. Namun, kita enggan untuk dikatakan kita kecanduan ponsel. Sebagian besar ahli kemungkinan juga akan setuju dengan pernyataan kita.

"Hanya persentase kecil dari masyarakat luas yang dinyatakan sebagai pecandu ponsel," kata Dr. David Greenfield, seorang assistant clinical porofessor of psychiatry di University ot Connecticut dan pendiri dari Center for Internet and Technology Addiction. "Namun banyak orang yang sudah secara berlebihan menggunakan ponsel mereka."

Batasan antara penggunaan berlebih dan kecanduan masih abu-abu. Namun Greenfield mengatakan tahap kita berubah menjadi kecanduan ketika kita sama sekali tidak bisa berhenti menggunakan ponsel kita walaupun hal tersebut membahayakan kesehatan.

Dr. James Roberts, profesor marketing di Baylor University, menulis Too Much of a Good Thing, sebuah buku mengenai kecanduan smartphone. Ia setuju dengan definisi milik Greenfield, dan beberapa daftar dari tanda-tanda peringatannya. Penarikkan diri adalah salah satunya. Jika kita merasakan kegelisahan, mudah marah, atau tidak nyaman ketika ponsel kita berada jauh dari jangkauan kita, hal tersebut merupakan bendera merah, katanya.

Kita tentunya sudah pernah melihat sebuah laporan bahwa bagaimana cahaya biru dari ponsel kita dapat menggangu tidur kita, atau bagaimana menghabiskan waktu di dalam media sosial dapat membuat kita depresi. Namun, ada sebuah penelitian yang mengatakan akses secara konstan pada internet kemungkinan dapat merugikan otak kita.

Nada dari ponsel pintar kita dapat mengacaukan konsentrasi kita, menurut sebuah penelitian baru dari Florida State Univesity

Sebagai contoh, jika kita menerima SMS ketika kita sedang membaca artikel ini, memeriksa pesan tersebut mungkin hanya membutuhkan satu detik. Namun, kemampuan konsentrasi kita untuk kembali ke dalam apa yang sedang kita baca tadi akan melemah.

Penelitian lainnya juga mengatakan bahwa orang-orang yang menghabiskan banyak waktu dengan posel kita adalah orang-orang yang dapat dengan mudah terganggu di setiap detiknya dengan dorongan untuk memeriksa ponsel kita, bahkan ketika kita tidak sedang menerima sebuah peringatan atau notifikasi. Hanya dengan melihat ke dalam kotak email kita juga sudah cukup membuat kita stres, ditemukan oleh sebuah penelitian dari University of California, Irvine.

Lalu kira-kira apa yang harus kita lakukan dengan hal tersebut? Roberts mengatakan bahya tujuannya ialah kita harus lebih berhati-hati dari kebiasaan penggunaan ponsel kita. Perkirakan berapa kali kita menghabiskan waktu kita setiap harinya.

Kemudian pangkas waktu penggunaan ponsel kita. "Mulai dengan situs apapun, program atau aplikasi yang paling menghabiskan waktu kita," kata Roberts. Jika kita menghabiskan dua jam dalam satu hari dalam facebook, cobalah untuk memotong waktu penggunaannya menjadi satu jam atau kurang. Pada waktu yang bersamaan, Greenfield menyarankan untuk mematikan semua notifikasi yang tidak begitu penting. Kita tidak perlu membunyikan atau menggertarkan setiap kali kita mendapatkan email.

Roberts dan Greenfield juga menyarankan untuk mengupayakan waktu dan zona bebas ponsel. Mungkin, ketika berada di meja makan, atau selama dua jam di setiap pagi ketika kita sedang benar-benar sibuk. Kamar kita sebaiknya menjadi salah satu zona bebas ponsel. "Belilah jam alarm," kata Greenfield. "Tidak baik untuk membiarkan ponsel kita berada di sebelah kasur kita. "

(Sumber: Markham Heid/Time.com)

Saat ini 0 comments :