Perkembangan Serta Konsep dan Seniman Seni Konseptual

Sunday, May 8, 2016 : 7:15:00 PM

Perkembangan Seni Konseptual

a) Pengaruh Dadaisme

Duchamp ialah seniman yang paling kontroversial dan berpengaruh di Amerika. Dia mempunyai pandangan bahwa seni itu lebih erat berhubungan dengan identitas seniman daripada yang lainnya. Ia memanfaatkan cara-cara verbal, secara serampangan seakan-akan dengan sengaja merencanakan perubahan baik dari hal yang kecil sampai substansinya. Dalam suatu pernyataannya dia menjelaskan, Saya melemparkan urinoir ke wajah mereka dan sekarang mereka datang untuk mengaguminya sebagai sesuatu yang indah, kritik telah salah dalam menginterpretasikannya. (Richter, 1969). Duchamp juga mengatakan bahwa ia sangat suka dengan gagasan itu daripada produk akhir. Duchamp dengan ready made‟s-nya (Fountain dan lebih awal Bicycle Wheel‟ maupun Bottle Rack‘nya) benar-benar membuat kejutan kemapanan seni pada jamannya. Dengan benda siap pakainya Duchamp telahh merumuskan seni sebagai ide atau sebaliknya.

b) Pengaruh seni Pop

Seni konseptual mendapat pengaruh cara-cara seniman Pop Amerika dalam menggambarkan obyek dan dalam memakai metarial seni. Jasper John salah satu seniman yang senang menggunakan kombinasi kata atau huruf dengan aspek visual lainnya adalah salah satu contoh yang ditiru. Kemudian karya foto dan gambar Rouschenberg, karya Ed Ruscha dan karya Roy Lichtenstein adalah contoh-contoh karya yang erat kaitannya dengan material seni dan cara yang digunakan oleh seniman Konseptual.

c) Pengaruh Seni Minimal

Seni Minimal tidak memanipulasi material industri dan mengukuhkan seni pada ambang batas cara inilah dengan metode yang tepat. Menggunakan bahasa, ilmu pengetahuan, matematika, dan berbagai hal yang bersifat empiris, ironis dan mendorong seni ke seluruh subject-matter. Sebagian para konseptualis mengambil peluang secara terus terang kepada gaya minimal. Contohnya adalah tentang pernyataan Robert Barry terhadap karyanya: Saya tidak memanipulasi kenyataan, apa yang akan terjadii, terjadilah biiarkan benda-benda pada mereka sendiri. Pernyataan Barrry ini mirip dengan ide kaum Minimalis yang tidak memanipulasi material.

d) Pengaruh gaya Ekspresionisme-Abstrak

Bentuk konseptual yang paling mendapat pengaruh aliran ini adalah “process Srt” dan “Body Art‖. Yang mengacu pada spirit dan cara-cara Jackson Pollock yang berkarya lebih menekankan pada proses dan spontanitas.

Konsep Seni Konseptual

Sesuai dengan namanya, seniman konseptual lebih mengutamakan gagasan atau ide daripada yang lainnya. Mereka menawarkan suatu sikap yang paling akstrim, yang nyata-nyata berkeberatan dengan media konvensional, mencari alternatif yang paling radikal dengan konsep dan sungguh-sungguh memperjuangkan pada karya mereka. Conceptual Art dapat disatukan oleh suatu sikap penggunaan bahasa verbal (maupun non verbal) analogi atau ilmu bahasa, ide dan bahasa menjadi hal yang utama dalam seni. Sedangkan aspek visual yang menyenangkan mata hanyalah bersifat sekunder, apa saja halal dilakukan, baik yang puritan, yang berpengaruh atau tanpa apa saja.

Sejak kehadiran seni Konseptual, batas-batas antara seni rupa dengan seni yang lain secara fisik mulai kabur. Seni Konseptual mencaplok (annexation) hampir semua potensi beragam seni maupun non seni. Mereka menemukan nuansa (spectrum) baru dalam seni rupa sebagai pengganti lukisan atau patung. Bahasa, surat kabar, majalah, advertising, pos telegram, buku-buku, katalogus, fotokopi, filem, video, anggota badan, penonton, bahkan dunia ini bisa dijadikan medium maupun obyek seninya. Seni konseptual ibarat black hole (lubang hitam di angkasa raya) yang sanggup menelan apa saja yang mendekatinya. Begitu banyaknya jenis-jenis seni konseptual yang secara tipikal maupun empiris dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

- Karya Proto - Konseptual (pra-konseptual)

Kelompok ini bisa dilacak dengan melihat proto - tipe karya seni rupa sebelum gerakan ini, tampak pada beberapa fenomena seni non - formalis yang mendahuluinya. Yang paling jelas kaitannya dengan tipe ini adalah karya siap pakai‘ Duchamp dan siikap berkesenian Duchamp. Beberapa sumber mengacu pada karya-karya Rouschenberg terutama karya gambarnya yang berjudul Erased de Kooning Drawing‟ tahun 1953 dan karya fotografinya yang berjudul potrait‘‘ tahun 1959. Kemudian Ferdinand de Saussure (penulis) menunjuk karya Ed Ruscha awal yang berjjudul „Standed Station‟ yang memanfaatkan kata dan materi visual lainnya masuk kelompok ini. Yang mirip dengan karya Ruscha dapat kita jumpai pada karya Jasper John, Roy Lichtenstein, Robert Indiana, dan Andy Warhol, kemudian juga dalam bentuk lain pada karya „action‟nya Jackson Pollock.

- Karya seni Konseptual Murni.

Jenis karya konseptual ini menekankan perhatian pada penerapan ide yang menjadi hakikat dari suatu karya seni. Sebagai gerakan yang progresif, mereka merumuskkan dematerialization of the art object‟ atau anti-form movement‟sebagai suatu evolusi seni yang mengarah kepada immaterial‟. Meskipun pada akhirnya para seniman Konseptual murni ini juga menggunakan material atau bentuk, tetapi itu bukanlah menjadi tujuan tetapi hanya merupakan akibat dari ide atau konsep mereka. Pada karya-karya jenis ini banyak memanfaatkan penggunaan bahasa, terutama bahasa verbal dan biasa dengan obyek seni statis, berupa huruf, kata atau kalimat. Untuk melengkapi deskripsi, mereka juga memanfaatkan ikon inkonvensional lainnya, dengan tanpa keunikan, tanpa pengaruh, tanpa apa saja, karena yang penting adalah idenya.

- Karya Konseptualisme (ultra konseptualisme)

Seni Konseptual sebagai suatu ide, adalah suatu gerakan yang akhirnya membawahi berbagai bentuk kesenian, dan ini salah satu alasan kenapa disebut sebagai ultra-konseptualisme. Bagaimanapun immaterialnya konseptualisme, sebagai seni, ia berkaitan dengan masalah abstraksi dari gagasan, ide atau konsep. Seni konsep yang awalnya memperjuangkan ide murni dan immaterial, pada akhirnya larut dalam abstraksi berkesenian, sehingga menimbulkan berbagai bentuk seni yang baru, yang meskipun ada kesamaannya, satu sama lain memiliki perbedaan yang jelas, antara lain: Performance Art‟, „Process Art, Earth atau Land Art, Happening, Environments Art dan sebagainya.
Untuk mengetahui gambaran tentang beragam bentuk seni yang baru yang cenderung mengarah kepada Conceptual Art”.

- Performance Art - Ketika kata-kata tertulis dan media statis dianggap sebagai material yang mengikat, beberapa seniman Konseptual berusaha membebaskan diri, mencari alternatiff baru dalam Performance Art‟ yang merupakan transformasi narasi teks (tertulis) ke dalam bentuk teatrikal, personal maupun kolektif.

- Process Art - Secara eksternal karya jenis ini tampak pada substansi organisnya. Material yang digunakan bisa berupa: minyak, kayu, karet, rumput, es, debu, daging dan sebagainya serta memanfaatkan kekuatan alam, grafitasi, temperatur, atmosfir yang selalu membuat subyek selalu berproses seperti mengembang, menyusut, membusuk, dan sebagainya.

- Earth atau Land Art - Seni yang memanfaatkan kekayaan alam, bentuk amorf, bentuk abstrak, kerucut, ketahanan alam, geologi, cuaca, berbagai ilusi yang ditimbulkan untuk kepentingan seninya.
Environments Art - Seni yang memanfaatkan berbagai material. Sebagian besar adalah material bekas atau material yang tidak layak dipakai untuk berkesenian, para seniman memiliki misi tertentu terhadap lingkungannya. Dalam format yang kecil, gaya ini disebut Assembladge Art‘.

- Happening - Hal ini mengacu kepada aksen dalam action painting. Para senimannya sebagaimana gaya action painting mengutamakan spontanitas dengan berbagai gerakan improvisasi seperti halnya performance art‟. Berbeda dengan Happening yang memanfaatkan ruang dan waktu yang sebenarnya (tidak dibuatbuat), sedangkan performance pada kesemppatan tertentu saja.

Seniman Seni Konseptual

Yoseph Kosuth - dilahirkan di Toledo, USSA, 31 Januari 1945. Kepeloporannya dalam seni konseptual tampak sekali dalam penggunaan bahasa,kemungkinan hal ini dilatarbelakangi oleh profesinya sebagai reporter (merangkap editor) di Art Magazine dan Fox Magazine. Seniman ini sangat kontroversial, sebab dialah yang memberikan penekanan seni sebagai ide dalam berbagai pengantar pameran seni konseptual maupun berbagai pernyataan-pernyataannya, karyanya antara lain: One and Three Chairs (1985), As Idea as Idea (1963), Zero and Not.

On Komara - seniman ini kelahiran Aichi, Januari 1933. Awal karirnya adalah sebagai pematung, kemudian merambah pada karya-karya lingkungan. Pada tahun 1959-1965 dia mengembara di Eropa, Amerika dan Mexico. Sejak itu karyakaryanya mengarah pada dematerilization‘. Karyanya: I am Still alive, Today On Going (1966).

Alan Karow - seorang seniman konseptual kelahiran kota Atlantic USA, tahun 1927. Dia adalah penjelajah, yang karirnya dimulai dari Assembladge Art, Envorinments Art dan akhirnya Happening. Karyanya adalah : Yard, sebuah karya lingkungan yang memanfaatkan ban bekas, dilaksanakan di Martha Jackson Gallery (1961), Soap (1965).

Vito Acconi - seniman yang memanfaatkan berbagai unsur seni konseptual secara terpadu. Bahasa, tulisan, tape, filem, kursi, tubuhnya bahkan penontonpun ikut terlibat menjadi subyek seni. Karyanya: Series of Performance (1970), Hand in Mouth Piece (1970), Learning Piece (1970), Seedbed (1972).

Bruce Nauman - seniman konseptualis yang cenderung pada performance, salah satu karyanya ada yang nyata-nyata mengacu pada Duchamp. Karyanya: Self Potrait as a Fountain, Punch & Judi (1985) neon dan kaca di atas alumunium. Seniman lainnya yang cukup terkenal: Bruce Nauman, Robert Smithson, dan Linda Bengils.

Baca Juga: Latar Belakang dan Pengertian Conceptual Art atau Seni Konseptual

Seni Konseptual merupakan gerakan seni yang paling besar dan cepat tumbuh di abad keduapuluh ini. Banyak karya yang dihasilkan, tetapi yang dikoleksi oleh Museum atau galeri seni tidaklah seberapa kalau dibandingkan dengan gerakan seni abad kesembilanbelasan. Parametter kebenaran seni konseptual bukanlah pada banyaknya yang dikoleksi atau harga karya, tetapi idealisme yang diperjuangkannya. Meskipun pada akhirnya seni konseptual surut juga, tetapi spiritnya masih kita rasakan sampai hari ini, berdampingan dengan kemapanan seni lukis dan seni patung yang konvensional.

Saat ini 0 comments :