Para Seniman Minimal Art dan Karyanya

Saturday, May 7, 2016 : 5:26:00 PM

Minimal Art atau lebih sering juga disebut dengan Primary - Structure atau ABC dipelopori oleh beberapa seniman seperti Don Judd, Flavin, Carl Andre, Robert Morris dan Frank Stella (Amerika). Beberapa dari mereka mulai berkarir di bidang melukis beraliran Ekspresionisme Abstrak, namun akhirnya mereka semua memperhatikan hal-hal yang menyangkut penyusunan obyek-obyek tiga dimensi. Seniman minimal umumnya berangkat dari penggunaan material industri senetral mungkin tanpa menghalangi ciri-ciri khusus dari material itu sendiri seperti: besi galvanis, gulungan baja dingin, lampu flourescent, fire brickt, kubus styrofoam, plat tembaga, dan cat industri. Mereka lebih menyenangi hal-hal yang sederhana, kesatuan bentuk-bentuk geometris, dan penyusunan material dengan memakai hukum gestalt sederhana, atau dengan rangkaian pengulangan unit-unit yang identik.

Frank Stella pertama kali muncul pada usia 23 tahun dalam pameran tentang kuartet, yang hanya menampilkan karya seni yang berisi garis-garis halus simetris yang merupakan sebagian dari pameran Sixteen American‘s, bersama karya-karya Louise Nevelson, Ellsworth Kelly, Jasfer Jhons, dan Robert Rauschenberg di musium seni modern pada tahun 1959.

Lukisan yang minimalistis juga terlihat pada karya satu warna simetris: Ad Reinhardts (1960) dengan rangkaian persegi empat hitam bersalib; monokrom biru karya Yues Klein; kanvas kosong putih karya Robert Rauschenberg (1952), lukisan kisi-kisi yang berubah-ubah karya Agnes Martin (1961). Lukisan hitam karya Stella dijadikan standar karya seni, dan menjadi esensi yang tidak dapat diperkecil lagi. Lukisan tersebut dibuat dengan enamel hitam dari kaleng.

Andre ketika mendiami studio Stella membuat patung-patung vertikal dari kayukayu bangunan yang memerlukan beberapa pahatan. Pengaruh Stella tampak pada karyanya yaitu bahwa kayu lebih bagus sebelum dipotong-potong daripada setelah dipotong-potong. Dirasakannya bahwa mengerjakan kayu-kayu itu tadi tidak akan menambah bagus penampilan kayu tersebut dengan cara apapun. Oleh karena itu dia mulai menumpuk dan menimbun kayu balok-balok kayu pada tahun 1961. Karya-karyanya tampak berkesan arsitektural dan struktural. Pada suatu hari ketika ia berdayung di sebuah danau di New Hampshire, datang ilham bahwa patungnya harus setinggi air.

Karya patung Andre digelar pada suatu pameran Primary Str ucture di Musium Jewish tahun 1966, salah satu musium yang pertama menampilkan karya Minimalisme sebagai bentuk karya seni yang sempurna. Karya Andre tersebut terdiri dari 137 bata (bahan bangunan) yang saling terpisah yang terbentang sepanjang lantai 34,5 kaki. Andre mengatakan bahwa unsur vertikal merupakan sesuatu yang tersulit untuk dihilangkan. Karyanya yang diberi judul Lever” masih tetap dipakai pada dinding tetapi lempengan piring tembaga menempati dinding pada tahun 1967. Sejauh ini lempengan yang paling kompleks adalah bernama Thirty seven Pieces of Work yang dibuat untuk menempati persegi tiga puluh enam kaki pada lantai dasar Musium Guggenheim. Ini terdiri dari 1.296 unit; pada setiap 216 unit terdiri dari alumunium, tembaga, baja magnesium dan seng. Bagi Andre patung idealnya adalah jalan dan pada piring logam terpisahpisah ini yang diletakkan di sepanjang jalan dapat diinjak atau dipakai jalan kendaraan di atasnya.

Baca Juga:
Salah satu yang diharapkan tercapai oleh Minimalisme adalah interpretasi baru tentang tujuan membuat patung. Judd dan Morris beserta Barbara Rose menerbitkan beberapa artikel yang menganatomikan estetika dengan berbagai istilah supaya karyanya dapat dipahami. Judd dalam melukis merasakan bahwa semua lukisannya hanyalah ilusi yang membuat tidakluar biasa. Memang dalam melukis sangat sulit menghilangkan unsur-unsur ilusionisme, kecuali salah satunya dengan cara menghilangkan figur-figur latar belakang (ground). Karya Judd akhir-akhir ini merupakan kombinasi antara lukisan dan patung. Misalnya relief-relief rendah yang terbuat dari semacam kayu, pipa aspal, liquiteks dan pasir di atas kanvas yang akhirnya menampilkan lantai berdimensi tiga penuh dan bagian dinding yang selalu tidak bernama. Karena itu sulit untuk dikenali dengan membuat hasil karyanya menampati tiga dimensi.

Judd telah merasa berhasil mengatasi masalah illusionisme. Dia menganggap ruang nyata lebih kuat dan spesifik daripada ruang imajinasi. Mereka konsisten dengan konsep realitas, cenderung menampilkan keadaan yang sebenarnya daripada refleksi belaka, menyebut karya barunya dengan nama baru, objek khusus. Karya-karya objektif khusus Judd ialah sekumpulan patug-patung kayu yang dilukis dan digelar di Green Gallery New York pada tahun 1963. Kotak-kotak flexiglass pertama dengan sisi-sisi logam dibuat kemudian pada bentuk asli ini, dan peti-peti tadi merupakan ciri-ciri pameran Primary Structures yang penting di Jewish Museum pada tahun 1966. Kritik untuk karya Minimalisme merupakan fakta bahwa karya dengan bentuk berulang-ulang tanpa rekaan atau pahatan dekoratif atau ungkapan rekabentuk, tanpa las, tanpa perekat atau lipatan merupakan hal yang wajar.

Dalam beberapa buku digarisbawahi bahwa beberapa seniman yang berkiprah pada aliran ini ialah Don Judd, Robert Morris, Frank Stella, Dan Flavin, Bernard Rosenthal, dan Duchamp, Barbara Rose, Tony Smith.

Saat ini 0 comments :