Latar Belakang dan Pengertian Conceptual Art atau Seni Konseptual

Sunday, May 8, 2016 : 6:59:00 PM

Latar Belakang

Sebuah ungkapan dan pernyataan tentang bebas dalam segalanya telah dimulai dalam dunia seni. Bebas dalam segalanya ini merupakan sebuah perkembangan yang luar biasa dengan dikenal dengan kelahiran istilah konsep atau ide, informasi seni, selama berkaitan dengan keanekaragaman bentuk seni, penampilan seni, dan peristiwa seni. Penampilan karya seni tidak lagi memperlihatkan bentuk yang unik, tidak wajar, dan tidak biasa. Keberadaannya lebih rumit lagi sebab segalanya berada dalam alam pikiran seniman dan penikmat. Hal ini menuntut perhatian baru dan persepsi kejiwaan dari para penikmat (apresiator).

Gejala ini mengambarkan berkembangnya ide yang diperkenalkan oleh seorang seniman Marchel Duchamp pada permulaan tahun 1917. Duchamp ialah seorang seniman muda asal Perancis yang menyatakan bahwa dirinya lebih tertarik pada ide daripada karya akhir. Dia meletakkan kebiasaan kencing (dalam tanda kutip) “R. Mutt dan memasukkan kebiasaan itu pada sebuah patung yang diberi judul air mancur‘ pada suatu pameran di New York. Rekan-rekan Duchamp menolak cara berkarya seninya seperti itu. Duchamp dijuluki seniman yang ready-made atau dalam pengertian apapun bisa jadi seni dan gampang. Hal ini mungkin merupakan bentuk pemurnian dari konsep karya seni, yang pertama adalah mempertanyakan kesadaran diri dan ketidaksadaran diri, kedua merupakan status dalam seni dan segi keanekaragaman hubungan pameran, kritik dan penghargaan apresiator.

Duchamp menyatakan bahwa seni dapat berada di luar konsep kriya (teknis belaka), media lukis dan patung serta pertimbangan emosional. Hal ini artinya seni lebih dari sekedar hubungan seniman dengan apa yang dikerjakan dengan tangannya atau rasa keindahannya. Konsep dan pemikiran diletakkan lebih utama di atas perwujudan plastis dan juga di atas pengalaman pancaindera. Ia terkenal kemudian sebagai seniman yang kontroversial, yang menggunakan bahasa dan segala macam cara permainan verbal dan visual. Pengaruh Dadaisme sangat kuat pada Duchamp, misalnya kekuatan ide untuk membuat sesauatu yang anarkistik, perselisihan politik, dan inilah yang selanjutnya berperan dalam perkembangan aliran Surealisme.

Seni di akhir tahun 1950-an dan awal 1960-an baik di Eropa maupun di Amerika telah diwarnai dengan konteks kesadaran tanpa obyek, pasca Duchamp. Pada masa ini pencapaian kemurnian seni dan ekspresi menunjukkan kebebasan yang lebih menonjol. Ekspresi adalah ide yang telah luluh terpadu dalam seni yang berupa informasi, kebahasaan, matematika, biografi, kritik sosial, gaya hidup, lelucon, cerita dan sebagainya.

Setelah tahun 1966, ketertarikan terhadap hubungan dan kelayakan obyek seni yang unik mewabah, bergerak dari pinggiran menuju pusat kota. Motivasinya sangat bervariasi, misalnya politik, estetika, ekologi, teater, filsafat, jurnalistik dan psikologi. Para seniman muda mengkonfrontasikan hal tersebut dengan cara meminimalkan dalam berkarya. Yang dikerjakan hanya sedikit, berbagai aturan dalam berkarya patung dan lukis tidak dihiraukan lagi. Ada sejumlah seniman yang tidak tertarik pada hal-hal yang berbau moralitas, beralih pada gaya seni yang berkonotasi tradisional.

Seni dipengaruhi oleh kondisi-kondisi kemanusiaan atau sejenisnya. Sejumlah karya yang oleh Weiner dikategorikan bebas aturan dapat diterima. Akhirnya masyarakat dirasuki oleh pikirannya. Satu saat kamu memahami karya-karyaku‖, kata Weiner, Itulah dirimu. Douglas Huebler seorang konsepsionalis sejaman Weiner, Joseph Kosuth, dan Robert Barry, menulis pada tahun 1968: Dunia ini dipenuhi dengan obyek, baik yang menarik maupun yang tidak menarik, tidak bijaksana rasanya kalau mencampuradukannya. Saya lebih suka yang sederhana, untuk menjadikan suatu benda berada dalam waktu dan udara‖.

Salah satu karya Huebler Pertukaran Bentuk antara New York dan Boston‖, mempergunakan peta dan petunjuk untuk merencanakan sebuah kreasi segi delapan tigaribu kaki pada suatu sisi, yang dimaksudkan akan dipasarkan dengan stiker putih berdiameter 1 inch. Kegiatan seni konseptual telah menyatukan ide dan bahasa menjadi bagian penting dalam berkarya, selain pengalaman visual dan kemampuan mengindera. Tanpa bahasa tidak ada seni‖, kata Lawrence Weiner. Bahasa memberikan karakter yang mendasar dan kesempatan yang banyak untuk berkarya. Bahasa memberikan jalan kebebasan dan melepaskan diri dari kejenuhan terhadap materi-materi yang mengikat, media berkarya lukis, dan hal ini merupakan spektyrum baru dalam berkarya lukis dan patung. Berbagai produk budaya seperti koran, majalah, biro perjalanan, kantor pos, telegram, buku-buku, katalog, dan mesin fotokopi menjadi pikiran-pikiran baru yang melahirkan subyek baru dari ekspresi.

Pengertian

Seni konseptual (conceptual art) artinya seni yang lebih atau berkaitan dengan konsep. Konsep atau konseptual yang berasal dari bahasa Latin Conceptus berarti pikiran, gagasan atau ide. Dengan demikian seni konseptual ini lebih menekankan pada gagasan atau ide seninya, daripada perupaan karyanya. Istilah ini pertama kali dikemukakan oleh seniman dari California, Edward Keinholz dan Henry Flint pada awal tahun 1960, yang merupakan sinonim dari idea art. Seorang seniman Minimalis, So Le Witt, secara formal menggunakan istilah tersebut dalam sebuah artikelnya Paragraph on Conceptual Art yang dimuat pada Art Forum yaitu majalah terbitan berkala tahun 1967, antara lain mengemukakan:

“In Conceptual Art idea or concept is the most important aspect of the work All planning and decisions are made before hand and the execution is a perfunctory affair. The idea becomes the machine that make the art (Roberta dalam Nikos Stangos, 1994:261).

Dari keterangan Le Witt jelaslah bahwa konsep atau ide penting dalam penciptaan seni Konseptual. Gerakan ini menempatkan konsep atau gagasan sebagai hal yang pokok. Obyek seni atau material hanyalah merupakan akibat samping dari konsep seniman. Mereka menggunakan batasan-batasan seperti dematerial, immaterial, dan anti form‟.

Baca Juga: Perkembangan Serta Konsep dan Seniman Seni Konseptual

Seni Konseptual adalah gerakan seni yang lahir bersamaan waktunya dengan seni Minimal, yakni pada pertengahan tahun 1960. Dalam beberapa kasus ketidakjelasan politik dan pertumbuhan kesadaran sosial di Eropa dan Amerika pada tahun 1960an mendorong hasrat sebagian seniman untuk menjauhi tradisi elit seni. Beberapa seniman tidak tertarik dan menolak ikon tradisional, yaitu gaya, nilai-nilai dan pengaruhnya. Di samping itu sistem pasar yang tidak masuk akal, keterbatasan ruang gerak seni dan seniman semakin mempertajam reaksi seniman untuk menciptakan seni yang baru.

Saat ini 0 comments :