Pengertian Seni Ekspresionisme Abstrak

Thursday, April 28, 2016 : 9:59:00 AM

Pengertian seni pada abad ke-19 cenderung menunjuk seni sebagai suatu kesatuan yang utuh dan berdiri sendiri, sehingga bukan merupakan tiruan yang dikendalikan oleh pengaruh luar. Seni abstrak pada hakekatnya merupakan suatu kreasi yang terdiri dari susunan garis, bentuk dan warna yang terlepas dari bentuk-bentuk yang ada di alam. Salah seorang pelopor seni abstrak adalah Wassily Kandinsky. Dia turut mempengaruhi munculnya beberapa aliran seni, termasuk di dalamnya Ekspresionisme Abstrak.

Istilah Ekspresionisme Abstrak pertama kali digunakan pada tahun 1919, yang digunakan untuk menjelaskan lukisan karya Wassily Kandinsky (1866-1944). Ekspresionisme Abstrak juga digunakan untuk menjelaskan lukisan Kandinsky pada tahun 1929 oleh Alfred Barr. Kandinsky merupakan seniman lukis Rusia yang menjadi tokoh seni Ekspresionisme Jerman. Ciri lukisannnya adalah pembebasan warna dari subyek atau warna yang difungsikan dalam komposisi yang ekspresif tanpa mewakili subyek tertentu. Dia juga menghasilkan teori tentang kualitas spiritual warna, serta mencoba menggabungkan seni dengan musik. Ia sempat menghasilkan karya puisi visual atau mistik visual.

Kritik Robert Coates yang menggunakan istilah Ekspresionisme Abstrak untuk para pelukis muda Amerika di tahun 1946. Di antara para pelukis muda tersebut antara lain Willem de Kooning, Jackson Pollock, dan para rekan-rekannya. Khusus tentang lukis dan Jackson Pollock, Harold Rosenberg juga memberi istilah action painting.

Pada tahun 1951 sebuah pameran yang diberi judul Lukisan dan Patung Abstrak Amerika juga dipamerkan Lukisan Amerika Baru, yang diselenggarakan oleh Museum Seni Modern Amerika. Pameran tersebut juga diadakan di negara Eropa, sepanjang tahun 1958 sampai 1959. Pameran tersebut merupakan langkah awal perkenalan seni Ekspresionisme Abstrak kepada masyarakat. Di samping itu pameran di Eropa sebagai upaya dalam mengetengahkan aliran Ekspresionisme Abstrak dalam perkembangan seni rupa dunia.

Pameran tersebut juga melibatkan beberapa seniman. Dengan memiliki 2 (dua) kecenderungan utama. Yang pertama menunjukkan bahwa action painting merupakan wujud dari gerakan kuas dan tekstur cat. Pelukis yang terlibat di sini antara lain : Jackson Pollock, dan de Kooning. Kedua, perkenalan terhadap Color Field Painting, yaitu lukisan bidang warna yang luas, berhubungan dengan perwujudan tanda-tanda abstrak atau imaji abstrak. Para senimannya antara lain Rothko, dan Newman.

Baca Juga: Latar Belakang Munculnya Aliran Seni Ekspresionisme Abstrak

Pembagian 2 (dua) kecenderungan dalam seni lukis Ekspresionisme Abstrak dirasakan membingungkan. Kondisi ini diperkuat oleh munculnya kategori-kategori lain, yaitu Impresionisme Abstrak dan Abstrak Lirikal. Istilah tersebut dirumuskan oleh Guston, Brooks, dan Marca-relle. Pada awal tahun 1950-an tersebut perhatian publik tetap tertuju pada action painting.

Seni Ekspresionisme Abstrak bukan merupakan perwujudan ide sebagai gaya. Tetapi lebih cenderung sebagai wujud dari serangkaian aneka bakat individual para seniman. Hal tersebut berhubungan erat dengan sejarah munculnya Ekspresionisme Abstrak, sebagai hasil eksperimen individual para seniman yang relatif mengisolasikan diri sepanjang tahun 1930-an dan 1940-an. Esensi dari Ekspresionisme Abstrak terletak dari spontanitas yang kuat dari seniman dalam berkarya terhadap kecenderungan gaya dari masing-masing pribadi.

Saat ini 0 comments :