Latar Belakang Munculnya Aliran Seni Ekspresionisme Abstrak

Thursday, April 28, 2016 : 9:44:00 AM

Charles Harrison (1994) menafsirkan tentang gejala aliran ekspresionisme abstrak sebagai fenomena bersejarah pada dekade tahun 40-an, saat lima orang seniman memperlihatkan perbedaan gaya masing-masing individual. Kelima orang seniman itu ialah Rothko (47 tahun), de Kooning (46 tahun), Newman (45 tahun), dan Pollock (38 tahun).

Antara tahun 1942-1944, beberapa pelukis Amerika yang memiliki aneka perbedaan subjek menggolongkannya ke dalam tokoh kubisme sintetis ruang, misalnya Motherwell (Pancho Villa Dead, 1943), de Kooning (lukisan tanpa judul, 1944, koleksi Eastman), Pollock (Male and Female, 1942), Tomlin (Burial, 1943). Variasi yang penting yaitu metode yang menawarkan kebebasan atas naik turunnya bentuk-bentuk post-collage‖ yang data. Tomlin tokoh yang paling ekstrem dengan metode yang disorganized dengan nama otomatisme postsurealist‖ (Pollock, misalnya).

Beberapa lukisan piktografis Gottlieb terdahulu, pada tahun 40-an ini juga disebut ruang kubus, meskipun diratakan dengan lukisan yang tergolong Torress-Grassias pada tahun 20-an dan awal 30-an, demikian juga pada pictografnya Paul Klee sendiri. Self-Potrait‖ milik Clyford Still pada tahun 1945 juga masih berkaitan, meskipun pada waktu yang sama dalam karya-karya Pollock kehebatan perbandingan menuntut prioritas isi sampai pengorganisasian ruang. Yang pada akhirnya secara jelas merusak komposisi cara tokoh kubisme, contoh Pollock.

Hans Hofmann dan Arshiley Gorky telah bekerja sama dengan tokoh kubisme sintetis ruang interior, sepuluh tahun lebih awal dan lukisan-lukisan mereka pada pertengahan tahun 1930-an memberikan kunci utama transisi antara karya-karya bangsa Eropa dan bangsa Amerika. Armenia Gorky datang ke Amerika tahun 1920, sedang Hofmann dari Munich ke Amerika pada tahun 1933.

Baca Juga:
Keyakinan Gorky akan pentingnya empat orang Eropa, Miro, Matisse, Picasso, dan Leger tentu saja berpengaruh pada seni kontemporer de Kooning, Gotlieb, Newmann, Rothko, dan Still. Yang paling muda ialah Pollock, Motherwell dan Kline, yang lama magang di gaya Kubisme dan Surealisme.

Hofmann terlena dengan pengalaman yang diperolehnya dari tokoh pertama Kubisme, Fauvisme, dan Ekspresionisme serta eksistensi mereka bervariasi. Clement Greenberg yang menghadiri kuliah Hofmann dan yang terpengaruh kuat oleh ajarannya telah menulis: You could learn more about Matisse‟s colour from Hofmann than from Matisse himself, and no one in this country, then or since understood cubism as thoroughly as Hofmann did‖ artinya: anda bisa lebih banyak mempelajari tentang warna-warna Matissse dari Hofmann daripada dari Matissse itu sendiri, dan tak seorang pun di negeri ini sekarang ataupun yang akan datang yang memahami Kubisme sepenuhnya seperti yang dipahami Hofmann.

Peranan Kubisme dan Surealisme Eropa

Peranan Kubisme dan Surealisme Eropa terhadap seniman Amerika tampak sangat penting, dan berkesan dijadikan acuan dalam mengungkapkan reaksi pada aliran ekspresionisme abstrak. Hal ini dapat diamati pada penerapan seniman Amerika terhadap otomatisme luas tentang ruang gambar. Seniman Amerika tertarik pada imaji Freud daripada Jung, mengenai imaji tak sadar, di bawah sadar, dan pra sadar. Bagi Pollock misalnya cenderung melibatkan kesesuaian imaji penemuan sendiri dengan teknik Miro dan Masson, yang secara teknik melengkapi pengaruh cara-cara pelukisan dinding bangsa Mexico. Dalam mengungkapkan otomatismenya, Pollock menggunakan teknik tetes dan percik dalam posisi tegak lurus, dia menjauh dari kanvas (sambil berdiri). Yang menjadi titik keseimbangannya terletak pada kedua pahanya, bukan pada bahunya. Dengan demikian irama alamiah jauh lebih ekspresif.

Karya Pollock terbaik pada tahun 1950 di antaranya: Autumn, Rhytm nomor 30, one nomor 13, dan nomor 32". Prosedur komposisi ritmik meningkat pada teknik pribadi sehingga betul-betul tampak menyatakan prioritas lukisan yang holistik pada aspek non-referensial.

Selain Pollock yang sangat terkenal dengan gayanya yang khas, juga dikenal de Kooning. Antara karya de Kooning dan Pollock tampaknya sangat sulit untuk dibedakan. Dua hal yang diungkapkan Kooning melalui karyanya, yaitu:
(1) Dunia mencela tokoh-tokoh pada ruang kanvas,
(2) Potensi kanvas dan lukisan alam, dalam lukisan ilusi menjadi penengah kedua hal tersebut. Kooning penuh dengan cerita-cerita lukisan yang menyajikan sapuan basah yang dipamerkan, tipuan-tipuan untuk menunda proses pengeringan, dan perbaikan serta keseimbangan yang akhirnya menjadi suatu lukisan. Curahan emosi diungkapkan melalui warna-warna.

Pengaruh Surealisme

Gerakan Ekspresionisme Abstrak secara tidak langsung menunjukkan adanya pengaruh dari Surealisme Miro, Masson, dan Matta, juga mendapat sentuhan dari Kandinsky, Soutline, dan dari Picasso. Karya para pelopor seni Ekspresionisme Abstrak, seperti karya dari Marin, Weber, Dove, Tobey, cdan Gorky, menunjukkan indikasi tidak terpengaruh secara langsung dan mereka menyangkal bahwa Ekspresionisme Abstrak mulai mendapat pengaruh dari Surealisme.

Saat ini 0 comments :