Latar Belakang Aliran Seni Surealisme

Wednesday, April 27, 2016 : 11:51:00 AM

Kebudayaan Yunani banyak berpengaruh terhadap perkembangan kebudayaan dunia. Khususnya dalam bidang kesenirupaan, kaidah-kaidah seni Naturalisme Klasik Yunani mempengaruhi berbagai paham ungkapan seni. Bahkan menjadi pedoman yang dipertahankan berabad-abad oleh para seniman di belahan benua Eropa dan sekitarnya.

Metode berkarya seni dengan menggunakan pendekatan visual-realistis dan imitatif terhadap menghadapi obyek-obyek alam mewarnai nuansa pertentangan setiap tahap perkembangan senirupa. Jika ditelusuri, tentang siapakah yang melahirkan konsep imitasi alam ini tentu tidak akan terlepas ingatan kita pada Plato. Dia adalah tokoh filusuf Yunani yang melontarkan idenya tentang seni adalah tiruan alam.

Pandangan tentang imitasi alam ini lambat laun berubah. Seniman kemudian memandang alam semesta sebagai realitas yang dapat membangkitkan ide penciptaan karya seni rupa yang tak habis-habisnya digali. Ada sebagian seniman yang bersikap terhadap alam sebagaimana adanya, seperti yang terungkap oleh indra penglihatan. Oleh karenanya dia mengambil sikap meniru alam, nyaris tanpa menganalisis.

Pada abad ke-16 pelukis Hyronimus Bosh dari Belanda mengguncang pandangan banyak orang melalui karya-karyanya yang absurd. Lukisan Bosch yang berjudul The garden of Delight misalnya menggemparkan arena seni rupa klasik. Kemudian seniman lain, Pieter Bruegel juga melakukan hal yang serupa, dengan sejumlah lukisannya yang ber-ide sinting, aneh, dan sangat mengganggu banyak orang pada waktu itu.

Baca Juga:
Seperti diketahui bahwa Dadaisme tidak bisa dilepaskan dari Surealisme. Artinya bahwa para seniman Surealisme berkaitan dengan ide-ide serta merupakan wujud berkelanjutan dari ekspresi kaum dada. Di Jerman, Dadaisme diterima secara positif sebagai suatu gerakan baru. Di Perancis, di lain pihak mereka mengikuti sentuhan garis Romantik. Pemikiran Dada di antaranya: akal pikiran, perasaan, tradisional, kehidupan di dunia.

Sedangkan Surealisme menggerakkan beberapa pemikiranyang positif dari seniman dan kesusastraan. Apa yang mereka ketahui mengenai logika dan rasional serta spontanitas yang surealistis yang nontradisional. Pandangan Freud dalam hal ini berkembang secara psikologis ke dalam mekanisasi cara kerja seniman.

Saat ini 0 comments :