Faktor Pendukung Para Seniman Pop Art

Saturday, April 30, 2016 : 2:05:00 PM

Faktor-faktor yang menciptakan seni pop tidaklah universal, tetapi hubungannya dengan kebudayaan urban dari Inggris dan Amerika bertahun-tahun setelah perang. Hanya seniman-seniman yang tahu dan merasakan sentuhan kebudayaan tersebut yang dapat menangkap tone dan ideom khusus kebudayaan tersebut, dari segala gaya perang pertengahan, inilah satu yang sangat menyolok mata, memiliki sebuah nama dan kehidupan lokal.

Setelah pop menandai kesuksesannya, pop mempengaruhi tempat-tempat lain melalui pendekatan keilmuan. Banyak seniman menghubungkannya dengan Pierre Restams New Realismenya‘. Contohnya bentuk foto Michelanggelo Pistoletto yang mengikat latar belakang kaca dimana penonton melihat dirinya terbias, dengan demikian melengkapi komposisi dan keahlian tiruan-tiruan Martial Raysse dari para pelukis seperti Prudhon. Dalam versi Prudhon ‟Cupid dan Psyche‟ berjudul Tableau Siple et doug‖, Cupid pegang neon berbentuk hati di jari-jarinya.

Laki-laki muda prancis Alain Jachue menggunakan gambaran foto Warhol walaupun Liechtenstein. Orang Jepang hampir lebih menyukai seni pop. Tomio Miki telah membuat cetakan telinganya dari alumunium sebanyak Warhol yang membuat ulang gambar Marilyn Monroe tetapi dalam pemilihan karya-karya ini seseorang harus sadar bahwa keterikatan dengan urban lingkungan bukanlah seperti yang tampak dalam pop seniman Amerika dan Inggris.

Tampaknya disetujui bahwa seni pop bermula berkembang di Inggris, yang dilanjutkan dengan serangkaian diskusi di Institut Seni Kotemporer di London oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya kelompok bebas. Di dalamnya terdapat para seniman, kritikus, dan para arsitek: Eduardo P, Alisson dan Peter S, Richard H, Peter R, Barham dan Lawrence A.

Gerakan ini merupakan reaksi terhadap kesunyian Romantisme, suasana kerja keras berlaku di Inggris selama tahun 40-an. Tahun 1956 kelompok ini bertanggung jawab terhadap pameran di Wite Chape Art Gallery yang diberi judul Inilah Esok Hari‖. Rancangannya dijadikan 12 bagian pertunjukan yang bertujuan agar penonton dapat melihat serangkaian lingkungan. Dalam bukunya Seni Pop Mario Amaya memfokuskan bahwa aspek eksperimental mungkin memperlihatkan sesuatu pada pameran Richard Buckle Diaghileu Ballet” yang diadakan di London tahun 1954 yang menggunakan subyek teater.

Tapi dari fokus masa depan, kemungkinan bagian yang berhubungan dari Inilah Hari Esok‘ merupakan display masukan dari Richard H. Sebuah susunan gambar berjudul Apa yang membuat rumah ini tampak seru?‖. Gambar tersebut adalah otot manusia dari sebuah majalah Fisik dan hiasan buah dada. Pria berotot membawa gula-gula yang besar dengan kata pop diatasnya dengan huruf yang besar. Dengan karya ini banyak konvensi karya seni pop diciptakan, termasuk penggambaran yang dipinjam.

Hamilton sudah memiliki pandangan tentang kehausan sebuah seni. Kualitas yang dicari adalah apa yang dikatakannya tahun 1957, kepopuleran, peindahan ilmu, lucu, keseksian, tipu muslihat dan glamour. Haruslah murah, produksinya banyak, dan bisnis yang besar. Inilah yang dipuja seniman pop Inggris ditahun 1960-an. Tapi prioritas Hamilton bolehlah dan bagi kelompok bebas sulit baginya untuk membuktikan bahwa seni pop tumbuh dari kegiatan mereka. Bagi semua seniman yang termasuk kelompok ini, Hamilton sendirilah yang dapat dikatakan sebagai kelompok pelukis seni pop tersebut. Ada lagi kenyataannya Hamilton adalah seorang pekerja yang lamban itulah hasil karyanya sulit ditemukan di Inggris.

Ada dua orang pelukis Inggris lainnya yang dapat dikelompokkan Transisi‘ keduanya adalah yang paling menarik yang dihasilkan Inggris dalam kurun waktu dua tahun lalu. Keduanya mahasiswa di Royal Art, pertengahan tahun 1950-an. Peter Blake seorang realis. Karya Blake mencerminkan perubahan tradisi Preraphaelitis‘ pada pertengahan abad ke-20. Seperti pada masa pre-raphaelitis, dia seorang nostalgianis tapi tidak pada abad pertengahan. Apa yang ia cari di masa lampau adalah kebudayaan yang populer di tahun 30-an dan 40-an. Tidak seperti pelukis lainnya, Blake tetap pada jalur lamanya. Rumahnya dipenuhi dengan postcard yang patut dikenang. Souvenir laut, mainan knici-knacks (kepandaian) dan lain-lainnya yang diselingi dengan puisi pribadi.

Baca Juga: Pengertian dan Latar Belakang Sejarah Pop Art

Richard Smith menggambarkan sikap yang bertentangan dengan sifat tersebut di atas. Sebagai mahasiswa ia melukis dengan gaya figuratif yang dipengaruhi oleh Euston Road dan pelukis-pelukis Kitchen Sink Painter. Pada waktu inilah hari esok‘ ia masih di Royal College, setidaknya ada pengaruhnya bagi dia dari pertunjukkan tersebut. Selama Tahun 1957-1959, dia berstudio dengan Petter Blake, tapi tahun 1959 dia pergi ke Amerika, sejak itu waktunya terbagi antara Amerika dan Inggris. Karya awal Smith didasarkan pada pembungkusan. Dia dipengaruhi oleh warna foto, satu jenis yang ditemukan seperti majalah Vogue. Kepekaan warnanya merupakan ketetapannya dengan berbagai gaya perubahan tertentu.

Dia sendiri menggambarkan warnanya yang Manis dan Lembut‘, dan berbicara tentang keinginan untuk memberi, rasa sosial, kematangan, tetapi lukisan itu sendiri memancarkan kejelasan gabungan dengan pop. Walaupun beberapa kanvas diletakkan dengan tiga kerangka dimensi yang mungkin pada akhirnya mengingatkan pada bentuk-bentuk pengepakkan (pengemasan). Apa yang dilukiskan Smith adalah melalui pengalaman dari seni pop agar tiba pada posisi yang menimbang pada warna pelukis-pelukis Amerika. Perubahannya pada cat akrilik tahun 1954 merupakan langkah penting dalam karya seni ini.

Karena Smith telah sukses memantapkan dirinya di New York, yang sangat bermakna pada rekan-rekannya, baik sebagai contoh maupun sebagai pengaruh. Ketika Smith kembali ke Inggris tahun 1961 ia membawa infomasi tentang seniman seperti Peter Philips dan Derek Boshier. Smith telah diresapi ketidakbedaan Amerika terhadap batasan konvensional dari suatu format dan cita rasa Amerika. Contohnya: Kunci penanggalan pertama dari seni pop di Inggris adalah tahun 1961, tidaklah banyak karena pertunjukkan awal kontemporer yang diadakan tahun tersebut. Hal ini mungkin menyebabkan sensasi terbesar dari semua pertunjukkan mahasiswa yang diadakan sejak perang. Alasannya adalah kehadiran dari group seniman muda dan Royal College Art: Philips, Boshier, Alen Jones, dan David Hokney. Yang turut serta dengan mereka adalah seniman mahasiswa yang sudah agak tua.

R.B. Kitaj, seperti Smith memiliki pengetahuan pertama tentang teknik-teknik Amerika dan dia mengembangkan obsesi baru dengan gambaran populer diantara rekan-rekan mahasiswanya. Salah satu kelemahan seni pop Inggris adalah kecepatan dan mudahnya untuk sukses. Inggris sebagai negara seni yang diperhatikan, bergerak di bidang perdagangan dalam literatut perdagangan akan lebih lama. Hedoinisme lahir tahun 1950-an mengambil alih dan seniman baru tampaknya ditawari dengan kegembiraan, pusat kesenian yang sesuai dengan selera jaman. Tapi seniman modern dengan berbagai bakat masih di bawah dan seniman muda tidak menemukan adanya banyak perbedaan/persaingan.

Akhirnya jelaslah bahwa seniman-seniman yang berkelompok bersama setelah debut spektakulernya pada kontemporer muda sementara ini berbeda. Philip tertarik dengan seni gambaran populer, tetapi memakainya dalam cara yang kaku dan menjemukan. Boshier berada di bawah pengaruh Richard Smith, dan membelok dari gambaran figuratif dalam petunjuk seni pop. Yang lebih tak terduga dan lebih pribadi adalah Hockney dan Jones.

Hockney adalah seorang seniman yang tertarik dengan perkembangan yang tak menentu. Dia memulai sebagai seniman Wonderkind British. Gaya hidupnya cepat terkenal, rambut pirang berkacamata burung hantu dan jaket keemasan. Ia menarik orang terhadap dunia lukis. Dengan hal ini dia menunjukkan perkembangan umum kebudayaan Inggris yang ditimbulkan dengan kebudayaan kemashuran Beatless. Awalnya dia terlibat dalam dunia cartoon, gaya fauk nays, yang memperlihatkan berbagai lukisan anak-anak. Seringkali gambar-gambar permulaan ini memiliki roman yang sangat ironis.

Karya Hokney yang di antaranya dalam bentuk cetakan The Rake Progress‖ merupakan reaksinya terhadap dunia impian Amerika (yang dikunjunginya tahun 1961). Seperti Hokney, Allen Jones seorang seniman yang karyanya memikat hati karena dibumbui oleh kesenangan bukan dengan humor satir. Dia melihat bahwa seniman pop Inggris banyak belajar dari Matisse, tentang warna. Juga pengaruh Orphisme terhadap Robert Delaunay. John seorang seniman naratif: Dia tertarik pada metamorfosis, perpindahan bentuk, visual ambiguitas. Hermafrodit merupakan perpaduan di dalamnya salah satu karyanya. John telah menunjukkan tangan-tangannya yang terammpil dan berbakat diatas sapuan kanvas.

Serangkaian lukisan Medali Perkawinan tahun 1963 dibuat di kanvas yang panjang vertikal di mana ortogonal kanvas tercapai. Johns lebih menyerupai Hokney karena rupanya dia memiliki masalah dalam mengembangkan karyanya warnanya seperti meninggalkan tradisi Warna seni‘ yang bagus. Ini merupakan bobot yang ekstrim seniman menegaskan bahwa karyanya selalu menjadi lanjutan dari ketertarikannya tetapi lama-kelamaan Ia sadar akan kedangkalannya,tak seoranngpun yang dapat mengalahkan karya R.B. Kitaj yang kurang kompleksitasnya. Istilah pop lebih tidak ada dalam karyanya. Kitaj seorang seniman yang padat contohnya adalah sebuah literatur.

Karya Kitaj amatlah intelektual. Ia berbakat tetapi secara keseluruhan bukanlah Drafter yang paling bagus dan lebih tak berwana. Karena lukisannya hampir merupakan bentukdari literatur, seringkali terlihat tulisannya lebih sukses daripada lukisannya dan produknya yang baik adalah grafis, kebanyakan dengan tulisan layar sutra dengan menggunakan media fleksibel. Ada satu/dua seniman Inggris yang bekerjasama dengan kritikus pada masa pop, walaupun tak begitu terdengar. Satunya adalah Anthony Donaldson yang menggunakan model gadis-gadis telanjang sebagai komponen dalam gambar yang lebih mendekati lukisan abstrak daripada pop itu sendiri. Karena gadis-gadis ini lebih menyerupai bentuk silhuet. Satunya lagi Patrick Caulpield yang lebih muda dari anggota pop yang lainnya.

Ia belajar di Royal College Art sampai tahun 1963. Caulpield lebih dijelaskan sebagai pelukis klise daripada pelukis pop. Karakteristiknya adalah barang-barang dalam bentuk cetakan, piagam plastik atau dalam bentuk kotak-kotak yang mengundang amatiran Melukis lagi. Bentuk yang dilukis digambarkan dengan garis yang tidak bervariasi, seolah-olah terlihat dicetak daripada dilukis.Warnanya tanpa modulasi. Caulpield tertarik pada hubungan antara seni murni dengan kebudayaan masa, khususnya cara menurunkan pandangan yang diperlihatkan kebudayaan masa. Dia tidak semata-mata terikat pada etos pop tetapi juga pengeritik yang pedas.

Sekelompok seniman Australia yang memiliki relevansi asal seni pop diakui kesuksessan seni kontemporer orang-orang Australia di London pada masa sesudah perang merupakan satu fenomena dari hubungan seni. Kesuksessan ini ada di Sidney Nolan, dan gambar-gambar yang menciptakan reputasinya adalah serangkaian yang ditujukan kepada karir seorang Australia diluar hukum Ned Kelly. Lukisan Ned Kelly paling awal tahun 1940-an yang demikian pop terjadi beberapa tahunnya. Noland seorang pelukis abstrak menetapkan gaya naif sebagai alat ke tempat yang lebih baik yaitu orang-orang Australia yang nasionalis.

Kemiripan lukisan Ned Kelly dan Rake Progress, karya Hokney hampir serupa. Perbedaannya adalah Noland masih mencoba menemukan sumber dalam negaranya, sedangkan Hokney mengikat dirinya pada kebudayaan. Dia pengikut nasionalis. Baik Nolan maupun Hokney merupakan seniman deduktif. Kerja Nolan terputus-putus, dia tinggal di Inggris dan mulai meninggalkan ciri utamannya.

Seniman kakak beradik Australia seperti Arthur dan David Boyd telah menunjukkan ketidakbisaan yang sama untuk melepaskan diri dari gambaran Australia.

Saat ini 0 comments :