Pengetahuan Tentang Aransemen Musik dan Cara Membuatnya

Saturday, April 23, 2016 : 12:26:00 PM

Apa Itu Aransemen Musik?

Aransemen adalah suatu teknik mengubah lagu tanpa mengubah inti dari lagu itu. Misalkan lagu “Jika Kami Bersama” yang aslinya cepat, dibuat lambat, tapi kita masih mengenalinya sebagai “Jika Kami Bersama”, bukan ?

Aransemen juga bisa saja penambahan lirik dan pengurangan lirik. Contohnya adalah “Too Sweet To Forget” dari Slank, padahal judul Indonesianya artinya adalah “Terlalu manis”. Tetapi kayak apa sih Aransemen lagu itu.

Teknik-Teknik Aransemen Musik

1. Pengubahan Ritme / Ritem Lagu
Apa itu ritme ? Adalah pola yang saya maksudkan dari ritme ini, yang paling gampang dari teknik ini adalah pengubahan lagu Pop ke Dangdut, anda pasti mengerti yang saya maksudkan sekarang, misalkan lagu “Suara” dari Hijau Daun didangdutin, sebenarnya meskipun hanya sederhana sebenarnya kita sudah mengaransemen lagu itu.

Yang lebih susah lagi dari ini, dari lagu “Rock” ke “Jazz”, wuh… sangat susah sekali.

2. Penambahan Nada
Salah satu cara yang cukup mudah, ya itu menambah-nambah sendiri nadanya, misalkan diantara 2 nada, tak ada nada “F” atau semacamnya, bisa ditambahkan. Ini juga bisa disebut sebagai Improvisasi.

Aransemen = Improvisasi

3. Penambahan Lirik

4. Overtune / Lowertune
Menaikkan tinggi dan rendahnya nada, misalkan dari Do = C, ke Do = D, atau ke Do = B, cara ini yang paling mantap, dan kadang – kadang saya pake juga, kalau di lagu yang mengalami Overtune atau sebaliknya.

5. Perubahan tempo
Biasanya untuk musik yang agak sedikit berbau teknologi / OST film – film aksi, seperti OST Mission Impossible, dll.

Dasar-Dasar Arasenmen Musik

- Pertama adalah intro. Awal lagu. Tujuan dari intro adalah untuk memberikan pendengar ide tentang seperti apa lagu itu istilahnya karakter dari lagu tersebut.

- Kedua adalah pengait. Maksud Pengait disini adalah saat didengar intro dari lagu bisa menggambarkan ow.. ini yang nyanyi si pink atau ow ini lagunya ada queen. dari awal lagu saja orang sudah tahu jenis lagu dan ini improvisasi dari penyanyinya. Contoh: Dun.Dun.Duh.dun-duh-dun-duh-diduh,danDun.duntiduh.dun.dun.dun.duh.dunt. Istilahnya antar bait cocok dah.

- Ketiga ayat tersebut. Kebanyakan lagu dengan vokal memiliki minimal satu ayat, namun tidak ada aturan yang harus dipatuhi. Ayat ini di mana sebagian besar gabungan lagu mulai cob5a didengarkan bernyanyi berlangsung.

- Keempat adalah Chorus tersebut. Sekarang paduan suara adalah bagian dari lagu yang akan diulang setelah setiap ayat, tapi tidak semua lagu memiliki paduan suara. Dalam kasus lain gigitan debu, yaitu paduan suara. musik Pop memiliki penekanan yang lebih besar pada nada suara karena yang cenderung lebih enak didengarkan dan cenderung santai. Musik pop bisa memudahkan seseorang untuk mempelajari suatu aransemen

- Kelima adalah Jembatan. Jembatan adalah bagian dari sebuah lagu yang bagian lain yang terpisah dari lagu tersebut. Seringkali pengulangan intro, dan / atau kail, atau variasi di atasnya.

- Keenam adalah solo.ini adalah di mana instrumen salah satu genre musik (Pop digabung dengan rock) tetapi gaya rocknya lebih mendominasi pada suatu karya aransemen musik. Sering menggunakan variasi, semakin lama semakin kompleks pada intro dan hook.

- Ketujuh adalah pengelompokan. Maksud pengelompokkan disini adalah dengarkan lagu favorit anda dan pikirkan dari lagu tersebut genre musik mana aja yang cocok atau sesuai dengan keinginan kita untuk mengaransemen suatu musik. ciri khas suatu pengaransemen musik terlihat dari langkah yang ini sehingga fokuslah untuk memilih musik atau fokus untuk melakukannya.

- Kedelapan adalah hasil akhir dari semua yang disebutkan di atas. Di mana Anda sudah menghasilkan suatu karya aransemen musik yang membutuhkan waktu tidak sedikit istilahnya ini loh aransemen musik kita.

- Terakhir adalah fade out. Akhir sebenarnya lagu. Ini bisa menjadi inti sebenarnya dari suatu lagu aransemen. Sebuah lirik yang kuat dari lagu diulang sampai memudar. Sepotong instrumental, dan sering hanya bermain sampai hook fades.

Tips Sederhana Membuat Aransemen Musik

1. KENALI JENIS LAGUNYA

Kenapa kita harus mengenal jenis lagunya dulu? karena ada pepatah mengatakan "tak kenal maka tak sayang"nah lho! ini berguna untuk kita agar bisa merasakan ketukan dari alunan nadanya, dll. Proses ini penting karena akan berhubungan dengan, mau dijadikan jenis musik apa lagu kamu tersebut,apakah rock,pop,dangdut dan yang lainnya.

2. REFERENSI MUSIK

Referensi bisa di lakukan dr lagu orang lain yg sudah ada dipadukan dengan kreatifitas dan taste yang kamu-kamu miliki. Namun demikian saya meganjurkan sebaiknya jangan mengambil referensi dari lagu yang lagi hits saat itu, karena akan membuat efek seragam pada musik kita. Jika itu terpaksa dilakukan, usahakan hanya pada genre nya saja tp jangan mengambil sampel pola/pattern nadanya.

Idealnya sih sebaiknya aransemen anda juga mengambil referensi dari musik luar negeri walaupun sedikit, untuk memperkaya musik anda. Akan tetapi berhati2 dengan sistem plagiat, karena jika kita meniru sama persis maka lagu yang kita arrangesemen akan di cap sebagai plagiarism.

3. LYRIC

lirik perlu mendapat perhatiin khusus. Dalam beberapa kasus, saya pernah mengganti lirik lagu karena setelah di aransemen, merasa tema liriknya akan lebih bagus jika di ubah. Kualitas penulisan lirik jg harus diperhatikan, jangan sampai melenceng jauh dari tema2 yang sudah kita pikirkan.

4. TEKNIK PENGULANGAN (REPEATING)

Perlu diperhatikan juga teknik pengulangan bait2 maupun nada2nya, apakah akan menimbulkan kebosanan pendengar atau tidak. Jika setelah ditimbang2 kurang bagus, variasikan sedikit nadanya ataupun liriknya.

5. MASUKAN ORANG LAIN

Definisi orang2 disekitar versi saya sendiri: temen, pacar, sodara yang sering ketemu, tetangga. Biasanya orang2 yang tdk mengerti musik dan hanya sebagai pendengar saja lebih bagus jika diminta pendapatnya, karena mereka biasanya lebih mementingkan enak tidaknya lagu tersebut, bukan dari sisi kerumitan sebuah lagu.

Satu hal yang perlu dipahami, jangan terpaku dengan pemikiran dan pendengaran kita sendiri. Karena sejatinya kita menciptakan lagu untuk dedengar orang lain, bukan untuk diri kita.

6. COMBINATION THEORY (KOMBINASI TEORI)

Jika sedang dalam project membuat album, buatlah kombinasi antara lagu yang bertempo lambat, sedang dan cepat.

Saya melihat lagu bernuansa melow baik itu pop, maupun dari aliran rock, kebanyakan disukai. Tapi jangan terpaku untuk membuat seperti itu semua. jadikan lagu2 melow sebagai lagu hits pilihan kedua setelah lagu2 yg bertempo cepat dalam sebuah album

Element lain yang mendukung adalah :

- Reff
Memvariasikan reffrain sebaiknya dilakukan dibagian akhir lagu. Hal ini karena pada bagian reff ini biasanya bagian yg mudah diingat oleh pendengar. jika antara reff pertama dan kedua ada perbedaan nada yang terlalu mencolok, maka terdengar lagu tersebut tidak memiliki inti.

- Kebersamaan
Jika kamu adalah sebuah band, ada baiknya mendiskusikan aransemen lagu bersama seluruh anggota. jangan hanya kamu sendiri atau beberapa orang saja, karena hanya akan membuat yg lain merasa tidak terwakili dalam lagu terebut.

Walaupun lagu tersebut milik kamu, usahakan agar kamu tidak memonopoli dalam masalah aransemen, hal tersebut akan membuat yg lain merasa memiliki lagu tersebut, sehingga mereka akan mengerahkan segala kemampuannya untuk lagu tersebut. hal ini penting agar tidak menimbulkan sifat 'masa bodo' dr rekan2 yang lain.

- Aliran Musik
Para personel dengan background musik yg berbeda-beda akan memperkaya musik yang dibawakan. Beruntung jika band kamu seperti itu. asalkan memiliki visi yg sama.

-Yess, LET'S GO!!
Setelah lagu kamu selesai di aransemen, dengarkan ulang lagu/aransemen tersebut. Tidak menutup kemungkinan masih ada beberapa bagian yg bisa di kulik lagi sehingga menghasilkan aransemen yg lebih keren dan enak di dengar.

Baca Juga: 7 Elemen Unsur-Usur yang harus terdapat pada musik

Saat ini 0 comments :