Filosofi Batik Tulis Lasem Tiga Negeri

Sunday, May 10, 2015 : 1:50:00 PM

Batik Lasem Tiga Negeri terkenal indah. Aura artistiknya mampu menghipnotis pecinta batik nusantara. Wajar, jika Batik Lasem Tiga Negeri, terutama batik klasik lawas, selalu diburu banyak kolektor batik dari Indonesia maupun luar negeri, karena bisa menjadi instrument investasi yang menggiurkan.

Batik Lasem Tiga Negeri adalah nama popular Batik Lasem yang memiliki minimal tiga warna, yakni merah, biru, dan soga (coklat). Apapun motif Batik Lasem, jika memiliki kombinasi tiga warna tersebut bisa dinamakan Batik Lasem Tiga Negeri.

Jadi, jangan heran jika menjumpai banyak motif Batik Lasem Tiga Negeri, misalnya Batik Lasem Pasiran Ukel Tiga Negeri, Gringsing Tiga Negeri, Gunung Ringgit Tiga Negeri, Parang Tiga Negeri, Kawung Tiga Negeri, Udan Riris Tiga Negeri, dan Sekar Jagad Tiga Negeri.
Namun dari sekian banyak motif Batik Lasem Tiga Negeri, Batik Lasem Sekar Jagad Tiga Negeri memiliki sejarah tersendiri. Di zaman Belanda, Batik Lasem Sekar Jagad Tiga Negeri popular dengan sebutan Batik Van Chellem.

Pada waktu itu banyak pembatik Lasem yang menggunakan label Batik Van Chellem, karena nama ini menjadi garansi keaslian dan kualitas Batik Tulis Lasem Sekar Jagad Tiga Negeri. Batik Lasem berlabel Batik Van Chellem yang dibuat sekitar tahun 1981 masih dapat kita temui. Karena masih ada yang mengoleksi Batik Van Chellem. Batik Van Chellem ini telah menjadi salah satu koleksi Lasem Batik Art.com
Kini hampir tidak ada lagi pembatik Lasem yang menggunakan label Batik van Chellem untuk Batik Lasem Tiga Negeri. Mungkin karena kebanyakan pecinta Batik Lasem sudah paham mengenai Batik Tiga Negeri. Minimal mereka sudah mengetahui, bahwa asal mula nama Batik Tiga Negeri berawal dari proses pewarnaan yang dibuat di tiga negeri (daerah), yakni merah dicelup di Lasem, biru dicelup di Pekalongan, dan soga /coklat di celup di Surakarta.

Pastinya bisa kita bayangkan, pada kala itu membuat Batik Lasem Tiga Negeri begitu rumit, membutuhkan waktu lama, dan pastinya juga memerlukan biaya mahal.
Kini membuat Batik Lasem Tiga Negeri bisa dilakukan dengan cara jauh lebih mudah, karena pewarnaannya tidak perlu lagi dibuat di tiga daerah. Jangankan warna merah, biru, dan coklat, pewarna apapun bisa mudah didapat, karena zat warna sintetis banyak tersedia di pasar. Kita tinggal membeli dan menggunakannya sesuai kebutuhan untuk mewarnai ornament motif Batik Lasem Tiga Negeri.

Yang menjadi masalah buat kita adalah apakah keindahan Batik Lasem Tiga Negeri hasil kreasi sekarang bisa lebih artistik dibanding Batik Lasem Tiga Negeri klasik lawas? Pertanyaan ini tentu menjadi tantangan bagi pembatik era sekarang untuk berkarya lebih kreatif lagi hingga menghasilkan Batik Lasem Tiga Negeri yang bernilai seni tinggi dan diminati oleh banyak kolektor.

Saat ini 0 comments :