Cara Mudah Membuat Wayang Kulit

Wednesday, April 15, 2015 : 12:22:00 AM

Menatah Wayang Kulit
TATAHAN, dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa merupakan tahap yang paling penting dalam proses pembuatan sebuah Wayang Kulit. Pekerjaan menatah Wayang Kulit memerlukan konsentrasi, keterampilan dan rasa seni yang tinggi. Perlu kita ketahui, bahwa tahapan-tahapan pembuatan sebuah Wayang Kulit yaitu meliputi penyiapan kulit yang akan dipakai sebagai bahan baku pembuatan wayang : membuat corekan, yakni semacam sketsa bentuk gambar tokoh wayang yang akan dibuat; menatah wayang; menyungging wayang; dan yang terakhir yaitu memasang cempurit.

Menatah Wayang Kulit
Peralatan
Sebelum mulai bekerja, seorang penatah harus menyiapkan peralatan untuk menatah, terutama memeriksa apakah tatah-tatah yang diperlukan sudah cukup tajam atau belum. Jika belum alangkah lebih baiknya diasah terlebih dahulu. Ini perlu dilakukan, supaya jangan sampai di saat mulai proses menatah konsentrasinya terganggu oleh adanya tatah yang tumpul, atau mungkin peralatannya kurang lengkap.

Berikut jenis-jenis peralatan yang diperlukan untuk membuat wayang kulit: 

1. Pandukan
Yakni landasan tatah yang terbuat dari kayu sambi, kayu trenggulun, atau kayu sawo. Batang.kayu berdiameter sekitar 35 sampai 40 cm itu dipotong melintang. Pandukan yang telah terlalu lama digunakan akan bopeng-bopeng sehingga permukaanya tidak rata, dapat menggangu pekerjaan. 

2. Tindih,
Berupa logam seberat sekitar 2,5 kilogram. Biasanya terbuat dari kuningan. Namun, yang dari besi pun boleh. Penggunaan tindih terbuat dari timbal (timah hitam) tidak dianjurkan, karena sesungguhnya logam itu bisa meracuni tubuh manusia.
Tindih gunanya untuk menekan atau memberati kulit yang sedang ditatah. sehingga kulit itu tidak menggeser kesana kemari bila sedang dikerjakan. 

Baca: Macam-Macam Kulit yang Digunakan sebagai Bahan Pembuatan Karya Kriya Kulit 

3. Tatah
Paling sedikit harus tersedia 10 macam. Tatah ini harus dipelihara dengan baik, karena merupakan alat terpenting dalam proses pekerjaan. Pemeliharaannya, antara lain melumuri atau melapisi permukaannya yang tajam dengan malam batik, serta menyimpannya di tempat yang kering. 

Namun, dari belasan jenis tatah itu, pada dasarnya dapat dibagi atas dua golongan besar, yakni tatah lantas atau tatah lugas yang mata tatahnya berupa garis lurus, dan tatah kuku yang mata tatahnya berupa lengkungan. Selain itu ada pula yang disebut tatah wali yang bentuknya beda dibandingkan bentuk tatah lainnya. 

4. Ganden
Ganden adalah Semacam palu besar terbuat dari kayu asem atau sawo. Ganden yang telah terlalu lama digunakan, akan rusak permukaan yang digunakan sebagai pemukul tatah. Bila ini terjadi, biasanya bagian yang rusak itu dipotong, lalu dihaluskan lagi. Namun, jika rusaknya telah parah, diganti dengan ganden baru. 

Selain peralatan pokok di atas, ada beberapa peralatan tambahan berupa jangka, paku corekan, pensil jenis 2 H, mistar atau penggaris, penghapus, batu asahan, dll.

Wayang Kulit terbuat dari kulit hewan biasanya Sapi, Lembu, Kambing dan sebagainya. Kulit terlebih dahulu diproses, kemudian dibuat “mal” nya sesuai jenis wayang yang akan dibuat, baru ditatah secara hati-hati oleh penatah wayang kulit. 

Membuat Gapit Wayang
Gapitan Wayang kulit biasanya dibuat dari tanduk kerbau, kemudian dipanasi menggunakan lampu minyak untuk mendapatkan bentuk yang sesuai dengan ornamen wayang.

Menyungging Wayang
Sungging artinya memberi hiasan / lukisan / warna pada wayang, menyungging memerlukan keahlian tersendiri karena cukup rumit dan menggunakan banyak warna. Sunggingan tidak hanya di Wayang, warongko keris juga kadang sering disungging untuk menambah keindahan dari yang disungging tersebut.

Saat ini 0 comments :