Cara Natah Wayang Kulit – Nyorek (Bagian 1)

Wednesday, April 15, 2015 : 11:10:00 AM

Dalam pembuatan wayang kulit dibutuhkan bahan yang sesuai dengan teknik natah yang dikenal selama ini, karena dalam teknik selalu berkait erat dengan bahannya. Teknik natah wayang yaitu dengan teknik khusus, yang memiliki spesifikasi tersendiri, baik dari alat, proses seerta langkah-langkahnya. Sehingga dalam tatah wayang kulit ini langkah-langkah yang ada harus diikuti, karena dari masing-masing langkah itu saling terkait dan saling berhubungan. Satu hal yang sangat penting dalam proses ini adalah membutuhkan kecermatan, ketelitian dan kesabaran yang tinggi.


Hal ini dapat dipahami karena teknik pembuatan wayang kulit ini mampu membuat guratan-guratan kecil dan halus, yang tidak akan mungkin dicapai dengan teknik lainnya. Natah wayang kulit terdiri dari beberapa langkah, yaitu: langkah nyorek, anggebing, anggempur, dan ambedhah, yang akan diuraikan secara rinci berikut ini. 

Langkah Natah Wayang Kulit – Nyorek (Bagian 1)

Nyorek
Kegiatan nyorek dalam kegiatan membuat wayang adalah pembuatan gambar dasar atau dapat pula disebut dengan sketsa, yang dilakukan pada lembaran kulit dengan menggunakan alat tatah corekan. Ada dua cara yang umum dilakukan oleh para pembuat wayang kulit dalam langkah nyorek ini, yaitu:

1). Mbabon atau Ngeblak (mutrani)

Kegiatan nyorek dengan mbabon ini adalah cara yang lazim dipakai dalam mereproduksi wayang kulit, yang menyangkut masalah bentuk, ukuran, dan penerapan hiasannya. Teknik ini memungkinkan untuk membuat produk yang sama dengan kemungkinan kecil mengalami perubahan, artinya barang yang akan dibuat akan sama dengan barang yang diblak atau diputrani.

Jika terjadi perubahan pada umumnya hanya terjadi pembesaran sebesar alat yang digunakan dalam menggores, oleh karena itu disarankan menggunakan pahat corekan yang runcing seperti jarum, sehingga bila melar hanya sebesar ujung jarum ini. Teknik reproduksi dengan cara mutrani ini telah lama digunakan dalam pembuatan wayang kulit, sehingga bentuk wayang kulit yang sudah dianggap sempurna dapat disalin atau dibuat lagi dengan teknik mbabon (mutrani).

Cara mbabon atau ngeblak (mutrani) dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tokoh wayang kulit; yang akan diblak atau diputrani diletakkan di atas sehelai kulit yang telah disediakan. Sebelumnya kulit harus dicek (dikontrol) terlebih dahulu berkaitan dengan ketebalan,  posisi tokoh wayangnya, sehingga bagian tertentu seperti tangan tidak mendapatkan bagian kulit yang seratnya memotong.

Hal ini akan berpengaruh kurang baik jika wayang itu nantinya digunakan untuk kegiatan pergelaran, karena serat yang melintang akan mudah rusak atau putus jika terlipat. Masih berkaitan dengan bahan kulit perkamen untuk membuat wayang kulit dihindari kulit nggadhung, karena jaringan kulit tersebut sudah tidak sempurna, sehingga tidak layak lagi untuk membuat produk, terutama tokoh yang banyak tatahan rumitnya.

Baca Juga: Cara Mudah Membuat Wayang Kulit

Kegiatan setelah tokoh wayang diletakan di atas kulit adalah menggambar atau menyorek di sekeliling bentuk sesuai dengan yang di eblak atau polanya. Untuk menghindari bergesemya tokoh wayang yang diblak, maka perlu ditindih, agar tetap lekat dengan kulit di bawahnya, kadang ada. yang harus merekatkan dengan paku, karena tidak ingin ada perubahan sedikit pun.

Dalam proses nyorek ini yang digambar tidak hanya bagian luar atau secara global, tetapi termasuk bagian strulrtur baku pada wayang tersebut, misalnya garis leher, garis perut, posisi busana, semakin detail akan semakin baik. Pada umumnya hanya bagian isen-isen atau pecahan saja yang tidak digambar.

Jika semua sudah lengkap dicorek, maka tokoh yang diputrani dapat diambil, setelah itu nampaklah gambar sketsa dari tokoh wayang yang ingin dibuat. Keberhasilan dalam mutrani tokoh wayang ini juga ditentukan oleh tingkat ketrampilan seseorang, jika ketrampilan itu sudah mumpuni atau mahir tingkatnya, maka tingkat keberhasilan semakin besar. Selanjutnya baca: Langkah Natah Wayang Kulit – Nyorek (Bagian 2)

Saat ini 0 comments :