Tari Topeng Losari Berasal dari Cirebon

Monday, March 2, 2015 : 1:20:00 AM

TARI TOPENG LOSARI, CIREBON

Cirebon memang merupakan gudangnya tari topeng di Jawa Barat. Karena banyaknya tari topeng yang berasal dari daerah ini. Salah satunya tarian yang berasal dari Cirebon adalah Tari Topeng Babakan Losari atau bisa juga disebut Tari Topeng Losari.

Tari Topeng Losari Berasal dari Cirebon
Selain itu, tari topeng yang berasal dari Cirebon pada dasarnya adalah satu kesatuan, tetapi kemudian dibagi menjadi beberapa sekuel (pembabakan). Sebut saja Tari Topeng Panji, Samba, Rumyang, Tumenggung, dan Klana yang jika digabung akan menggambarkan perjalanan dan watak manusia.

Pada gaya Losari, yang diutamakan bukan watak, melainkan cerita (lakon), teknik, dan penjiwaan karakternya. Karena itu, topeng Losari disebut Topeng lakonan. Ada sembilan pembabakan dalam topeng Losari, yakni Panji Sutrawi-Naugun, Patih Jayabadra, Kil Paduganata, Tumenggung Magangdiraja, Jinggan Anom, Klana, Bandopati, Rumyang, dan Lakonan.

Selain itu, pada gaya Losari, seorang penari hanya memainkan satu tarian, sementara dalam gaya Cirebon wilayah barat, lima tarian bisa dibawakan seorang penari. Melihat keunikan-keunikan yang dimiliki, bisa dikatakan bahwa Tari Topeng Losari menyempal  dari tradisi tari topeng cirebon

Perbedaan juga terlihat  dari kostum yang dikenakan penari. Jika penari topeng wilayah barat mengenakan kain bermotif mega mendung, maka penari Topeng Losari mengenakan kain bermotif liris atau parang yang merupakan motif khas Jawa Tengah.
 
Satu lagi yang menjadi keunikan dari tarian yang hampir punah ini adalah gerak Galeyong atau kayang, yakni gerakan meliukkan badan ke belakang. Atau gerakan Gantung Sikil, yakni gerakan menahan atau menggantung kaki yang cukup lama. Ada pula gerakan Pasang Naga Seser, yakni gerakan kuda-kuda.

Baca Juga: Kesenian Kuda Lumping Jatiran ( Jaran Kepang)

Tidak sembarangan orang bisa menjadi penari Topeng Losari, hanya yang memiliki keturunan langsung yang dapat menjadi penari Topeng Losari. Itu pun dengan melewati persyaratan dan ritual khusus. Selain itu, kedok atau topeng yang dikenakan pun merupakan topeng yang diwariskan turun temurun.

Ritual untuk menjadi penari Topeng Losari di antaranya mutih, gedang (puasa makan pisang), puasa rawit (puasa yang berbuka dengan makan cabai rawit), puasa patih geni (puasa tak makan dan tak tidur), puasa wuwungan (dikurung di dalam kamar tak ada orang yang boleh datang), dan puasa sedawuh (puasa hingga jam 12 siang). Ritual ini mesti dijalani oleh seorang penari Topeng Losari agar pementasan berjalan lancar. Sumber: Kebudayaan Indonesia

Saat ini 0 comments :