Sejarah Perkembangan Kriya Kulit

Tuesday, March 10, 2015 : 2:52:00 AM

Sejarah Perkembangan Kriya Kulit - Barang - barang dari kulit sudah ditemukan di Mesir  berumur lebih kurang 33 abad, dan bangsa Arab Kuno telah memanfaatkan kulit sebagai perlengkapan sehari -hari. Bahkan, resep penyamakannya sudah digunakan berabad-abad dan turun - temurun sampai sekarang. Kulit mula - mula diberi tepung dan garam selama tiga hari, kemudian tangkai dari pohon Gholga ditumbuk dengan batu dan direndam dalam air.Kemudian kulit bagian dalam diberi air rendaman tadi selama sehari dan ini diulang beberapa kali.


Bangsa Arab adalah bangsa yang mempunyai imajinasi yang kuat, terkenal sebagai pembuat pelana yang indah. Demikian juga bangsa Yahudi mengatakan mereka sebagai penemu pertama bahan - bahan penyamak, dan cara penyamakan yang sam a baik dengan penyamakan modern di Amerika.

Cara - cara kuno lainnya ialah proses Shamoying, dalam proses ini pori- pori dibuka dengan pencucian yang berulang - ulang, kemudian memasukkan minyak  pada pori- pori kulit (penggemukan) dan pementangan pada frime. Kulit yang empuk (lemas) disebut shamoy dan seluruh pakaian kulit pada abad itu terbuat dari kulit shamoy. Bangsa Yunani meletakkan penyamakan kulit di luar dinding tembok kota, kulit yang basah dibuka dan dibentangkan di tanah agar diinjak - injak orang, dengan tujuan agar kulit menjadi lemas.

Baca Juga: Macam-Macam Kulit yang Digunakan sebagai Bahan Pembuatan Karya Kriya Kulit

Bangsa - bangsa Yunani, Romawi dan Mesir penyamakannya semua menggunakan air kapur untuk menghilangkan bulu dari kulit. Mereka telah menggunakan pisau pembersih dan balok sebagai kelengkapan kerja, serta penggunaan getah pe nyamak dalam penyamakan kulit, kulit dilipat dengan ditaburi bubukan kulit pohon di dalamnya, kadang kadang akar dan buah bermacam - macam ditambahkan, kemudian kulit diletakkan di "ickle".

Saat ini 0 comments :