Tari Bosara Asal Makasar Sulawesi Selatan

Saturday, November 29, 2014 : 1:36:00 AM

Tari Bosara
Tarian Tradisional Indonesia - Tari Bosara, adalah tarian untuk menyambut beberapa tamu terhormat. Beberapa gerakan badannya sangatlah luwes. Dahulu kerap ditarikan pada setiap acara penting untuk menjamu raja dengan suguhan kue kue sebanyak 2 kasera. Juga ditarikan waktu menyambut tamu agung, pesta kebiasaan serta pesta perkawinan. Tarian ini mengambarkan bahwa orang Bugis bila kehadiran tamu selalu menyajikan bosara, juga sebagai tanda kesyukuran serta kehormatan.

Tari Bosara Makassar - Sulawesi Selatan


Menyebut bosara sesungguhnya meliputi satu kesatuan utuh yang terbagi dalam piring, yang di atasnya di beri alas kain rajutan dari wol, lalu ditempatkan piring di atasnya juga sebagai tempat kue dan tutup bosara. Adapun kue-kue yang umumnya disajikan dengan memakai bosara merupakan kue-kue tradisional, baik kue basah atau kue kering. Kue basah semisal cucur, bolu peca’, brongko, biji nangka, kue lapis, kue sala’ dan lain-lain, yang biasanya terbuat dari tepung beras.

Sedang kue-kue tradisional yang kering salah satunya baruasa, cucur ma’dingki’, bannang-bannang, umba-umba, kue se’ro-se’ro, oko’roko unti serta beragam jenis putu seperti putu cangkiri, putu labu, serta putu mayang. Kue-kue itu biasanya di sajikan pada acara-acara kebiasaan maupun pesta pengantin yang masih tetap memakai kebiasaan tradisional.

Karenanya, tak mengherankan, tiap-tiap pesta pernikahan adat Bugis makassar sangatlah lekat dengan bosara, bahkan juga ini mentradisi sampai saat ini. Bersamaan dengan perubahan zaman, warna tutup bosara saat ini lebih bervarias, tidak sekedar warna mencolok namun juga warna emas, perak, atau pastel. Meski sekian, fungsi bosara dinilai terus sakral, meskipun warnanya sudah dimodifikasi sesuai dengan hasrat pembuat atau pemesannya.

Tari Bosara ini menyerupai dengan tari piring, lantaran terkecuali memakai baju khas tari Bosara, juga tidak bisa ketinggalan beberapa penari membawa piring khas sulawesi selatan yakni Bosara. Tarian ini mengambarkan perihal pemberian jamuan pada tamu, juga sebagai sinyal syukuran atas rezeki serta penghormatan pada tamu. Pada zaman dulu tarian ini kerap ditarikan untuk menjamu raja, menyongsong tamu agung, pesta kebiasaan, serta pesta perkawinan. Sumber: Kebudayaan Indonesia

Saat ini 0 comments :