Sejarah Perkembangan Drama di Indonesia

Thursday, November 27, 2014 : 1:11:00 AM

A. Latar Belakang
Pada dasarnya karya sastra terbagi menjadi tiga genre, yaitu prosa, puisi, dan drama. Ketiga genre sastra ini berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Namun perkembangan antara ketiga genre sastra ini tidak sama, ada yang berkembang dengan pesat dan adapun yang berkembang tahap demi tahap.


Perkembangan drama di Indonesia tak sesemarak dan setua perkembangan puisi dan prosa. Jika puisi dan prosa mengenal puisi lama dan porsa lama, tak demikianlah dengan drama. Genre sastra drama di Indonesia benar-benar baru, seiring dengan perkembangan pendidikan di Indonesia, muncul pada tahun 1900-an.

Drama adalah karya sastra yang ditulis untuk dipentaskan. Orang seringkali bingung membedakan antara drama, yang berkaitan dengan teks tertulis, atau naskah, atau script, untuk pementasan, dengan teater, yang menyangkut pementasan naskah drama atau script tersebut. Banyak sekali karya sastra terkenal, berpengaruh besar, serta bergengsi, ditulis dalam bentuk drama. Mulai dari tragedi-tragedi Yunani tentang Aeschylus, Sopochles, dan Euripides dan berkembang terus hingga drama-drama besar karya William Shakespeare dari Inggris, Moliere dari Perancis, Johan Wolfgang von Goethe dari Jerman, Henrik Ibsen dari Norwegia, dan August Strindberg dari Swedia. Di Barat, penghargaan terhadap drama begitu tinggi. 

Dalam perkembangannya drama semakin mendapat tempat karena naskah-naskah tidak lagi hanya dipentaskan di panggung seperti Broadway, tetapi juga diangkat ke layar kaca atau layar lebar. Dengan semakin canggihnya perfilman, para penulis drama atau script film mendapat penghargaan yang tinggi pula karena sehebat apapun sebuah film, pada mulanya dia adalah sebuah screenplay atau script yang digarap sedemikian rupa oleh seorang sutradara beserta seluruh crew pembuat film (film maker). Jadi sebuah film dibuat oleh banyak orang, mulai dari penulis naskah dramanya (script writer), produser, sutradara, kameraman, hingga sopir yang membantu team pergi syuting ke sana kemari.

B. Rumusan Masalah
Atas dasar latar belakang di atas, akhirnya dapat diperoleh beberapa rumusan masalah, yaitu:
1. Bagaimana perkembangan drama pada taraf awal?
2. Bagaimana pengaruh kepercayaan ( Hindu, Budha, Kristen, dan islam) pada drama?
3. Bagaimana drama pada masa prakolonialisme dan Jepan?
4. Bagaimana drama pada zaman modern?



DAFTAR PUSTAKA
  • Anonim. Sejarah teater di Indonesia.(online). Diakses tanggal: 7 Oktober 2011
  • Damono,Sapardi Djoko. Kesusastraan Indonesia Sebelum Kemerdekaan. PDF. (Online). Diakses tanggal: 7 Oktober 2011
  • Pradopo, Rachmat Djoko. 2005. Kritik Sastra Indonesia Modern. Yogyakarta: Gama Media.
  • Ninung P., Theresia. 02 November 2009. Seluk beluk drama di Indonesia.http://massofa.wordpress.com/2009/11/02/seluk-beluk-drama-di-indonesia/.(online). Diakses tanggal: 7 Oktober 2011
  • Rahmanto, B. Selasa, 08 Februari 2011. Sejarah Perkembangan Drama dan Teater Indonesia.http//Rahmanto.com.2011/0208//sejarah-perkembangan-Drama-dan-Teater-Indonesia/.(online). Diakses tanggal: 7 Oktober 2011.
  • dari Berbagai Sumber

Saat ini 0 comments :